Minggu, 05 Februari 2012

RELASI dan NORMALISASI


Relasi
Konstruksi utama untuk merepresetasikan data dalam model relasional adalah relasi. Relasi terdiri dari skema relasi dan contoh relasi. Contoh relasi adalah tabel, dan skema relasi mendeskripsikan kepala kolom dari tabel tersebut.


Normalisasi
Adalah suatu proses untuk mengubah suatu relasi yang memiliki hubungan tertentu, 
ke dalam dua buah relasi atau lebih dengan ketergantungan dan keterkaitan yang 
tinggi atau erat. Normalisasi memberikan panduan yang sangat membantu bagi pengembang 
untuk mencegah terjadinya pembuatan struktur tabel yang kurang fleksibel dan kurang efisien
Anomali adalah proses dalam basis data yang memberikan efek samping 
yang tidak diharapkan,
 ( misal : in-konsistensi data, membuat suatu data menjadi hilang jika data lain dihapus).
Proses normalisasi diharapkan dapat menghilangkan anomali yang ada/ditemukan. 
Aturan-aturan normalisasi dinyatakan dalam istilah bentuk normal. 
Bentuk normal adalah suatu aturan yang dikenakan pada relasi-relasi dalam basis data
 dan harus dipenuhi oleh relasi-relasi tersebut pada level-level normalisasi. 
Suatu relasi dikatakan berada dalam bentuk normal tertentu jika 
memenuhi kondisi-kondisi yang disyaratkan.
Proses normalisasi melalui tahap-tahap sebagai berikut :
a.      Bentuk Normal I (First Normal Form / 1-NF).
b.      Bentuk Normal II (Second Normal Form / 2-NF).
c.       Bentuk Normal III (Third Normal Form / 3-NF).
d.      Bentuk Normal IV (Fourth Normal Form / 4-NF).
e.      Bentuk Normal Boyce-Codd (Boyce-Codd Normal Form / BCNF).
f.        Project-Join Normal I Form (PJNF).
g.      Domain-Key Normal I Form (DKNF).
h.      Bentuk Normal V (Fifth Normal Form / 5-NF).
 
Kegunaan normalisasi :
a.      Meminimasi pengulangan informasi.
b.      Memudahkan indentifikasi entiti / obyek.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar